Meningkatkan efisiensi pretreatment pada air limbah yang mengandung fenol
2026-06-17
Gambaran umum proyek:
Proyek ini merupakan proyek renovasi proses pengolahan air limbah bagi sebuah perusahaan produksi kimia di Provinsi Shandong, dengan kapasitas desain harian sebesar 500 m³. Sebelumnya, proses oksidasi Fenton digunakan untuk mengolah air limbah produksi. Air limbah tersebut terutama mengandung polutan organik seperti resin epoksi, senyawa fenolik, dan gliserin; konsentrasi COD pada air baku mencapai 3.000 mg/L, dengan tingkat biodegradabilitas yang rendah. Selain itu, proses yang ada memiliki kelemahan berupa produksi lumpur yang besar serta biaya pengelolaan yang tinggi.
Kesimpulan proyek:
Pada renovasi proses kali ini, digunakan teknologi gelembung gas ultra‑mikro dan nano berbasis ozon sebagai unit pretreatment pemutusan rantai. Dengan memanfaatkan efek oksidasi ozon yang diperkuat oleh gelembung gas ultra‑mikro dan nano, senyawa organik berukuran molekul besar yang sulit terdegradasi dapat mengalami pemutusan rantai dan pembukaan cincin. Setelah proses tersebut, rasio B/C air limbah meningkat sebesar 35%, sehingga secara signifikan memperbaiki ketercernaan biologis air limbah dan meningkatkan efisiensi operasional pada tahap pengolahan biokimia selanjutnya.
Hasil proyek menunjukkan bahwa setelah proses ini menggantikan proses Fenton konvensional, produksi lumpur limbah berbahaya dapat dikurangi sekitar 90% sejak sumbernya, sehingga biaya pengelolaan lumpur turun secara signifikan; selain itu, seluruh proses tidak memerlukan penambahan bahan kimia, sehingga pencemaran sekunder sangat kecil, menjadikannya solusi teknis yang ekonomis dan layak untuk melakukan pretreatment yang efisien dan bersih pada air limbah industri kimia berkonsentrasi tinggi.
(Perbandingan warna air limbah pada waktu yang berbeda)
(Data rinci mengenai pengolahan air limbah pada berbagai waktu)
Berita Terkait